Posts

JURNAL DAN PENGELOLAANNYA

Image
Perbedaan artikel ilmiah dengan bukan ilmiah adalah pada pijakan teori atau sumber referensi. Artikel ilmiah harus ada pijakan teori atau sumber referensi yang jelas dan dicantumkan, sedangkan artikel bukan ilmiah tidak harus.

Jurnal bisa terakreditasi jika jurnal tersebut Ajeg (terbit berkala) dan dikunjungi serta disitasi banyak orang. Minimal terbit 2 kali per tahun.
Kenapa harus menulis di Jurnal?
Sebagai bentuk tanggung jawab keilmuan.Sebagai perlindungan hak cipta.Arsip tulisan kita.Syarat naik pangkat dari IV/a ke IV/b.
Permenristekdikti No. 20 Tahun 2017: Lektor Kepala 3 tahun terbit 3 artikel di Jurnal Nasional atau 1 artikel di Jurnal Internasional.Profesor dalam waktu 3 tahun harus menulis 3 artikel di Jurnal Internasional Tidak bereputasi atau 1 artikel di Jurnal Internasional Bereputasi.Manfaat Jurnal Memiliki kompetensi profesional. Biasanya para guru ketika membuat PTK masih stereotype, terutama dalam hal identifikasi masalah, misalnya: motivasi siswa rendah, model pembelajar…

Workshop Literasi Bagi Guru SD Berprestasi

Image
Workshop Literasi Bagi Guru SD Berprestasi dilaksanakan dari tanggal 4 sampai dengan 7 Juli 2017 di Millenium Hotel Sirih Jakarta. Diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Guru Dikdas Kemdikbud. Para Peserta adalah juara OGN (Olimpiade Guru Nasional), GUPRES (Guru Berprestasi), INOBEL (Inovasi Pembelajaran), AK (Anugerah Konstitusi), Pemakalah Seminar Nasional Kesharlindung, dan Ketua KKG penerima Block Grant. Workshop ini dilaksanakan sebagai bagian dari GLN (Gerakan Literasi Nasional) Tujuan akhir dari workshop ini adalah setiap peserta harus menulis buku Populer (Fiksi maupun Non Fiksi) untuk segmen pembaca Siswa SD. Workshop ini berpola IN1 ON IN2. Nah yang saat ini dilaksanakan adalah IN1. Para pemateri adalah orang-orang hebat, diantaranya Pak Mohammad Ihsan, Pemimpin Umum Media Guru Indonesia. Alhamdulillah saya bisa menjadi salah satu peserta, sungguh kehormatan yang luar biasa untuk saya :)

GURU (BENAR-BENAR) MULIA KARENA KARYA

Image
"Alhamdulillah", ucapan rasa syukur itu rasanya tidak cukup untuk mewakili besarnya nikmat yang Allah berikan pada saya dan keluarga.
Setelah 7 hari (2-8 Mei 2017) berada di Bandung untuk mengikuti Penyegaran Instruktur Nasional (IN) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (metamorfosis dari Guru Pembelajar), pada tanggal 9 nya saya sudah berada di Jakarta untuk menjadi Pemakalah di SEMINAR NASIONAL "Membangun Profesionalisme Guru Pendidikan Dasar dalam Era Global" yang diselenggarakan oleh Ditjen Pembinaan Guru Pendidikan Dasar - Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bukan perkara mudah untuk dapat mengikuti seminar tersebut, karena harus melewati seleksi yang cukup ketat. Untuk dapat mengikuti seminar ini, seluruh guru pendidikan dasar (SD dan SMP) di Indonesia diharuskan mengirim abstrak makalah.

Dari ribuan guru, terpilihlah 260 abstrak terbaik. Selanjutnya 260 guru itu harus mengirimkan makalah lengkap, untuk diseleksi lagi. Da…

Honorer Akan Mendapat SK dari Pemda. Ini Penjelasannya

Image
*Permendikbud Nomor 8 tahun 2017, Guru Honorer Sekolah Negeri Wajib Dapat SK Pemda, ini Penjelasannya*

*JAKARTA,* Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 Tahun 2017 Tanggal 1 Maret guru honorer besar kemungkinan akan mendapat SK dari Pemerintah Daerah.
Dengan adanya SK Pemerintah Daerah, maka bagi guru yang belum memiliki NUPTK akan berkesempatan untuk mengajukan NUPTK. Dan bagi guru yang sudah memiliki NUPTK dan belum bersertifikat pendidik akan mendapat kesempatan mengikuti sertifikasi.
Penjelasan terkait guru honorer sekolah negeri wajib mendapat SK dari pemerintah daerah terdapat dalam uraian pada komponen pembayaran guru sebagai berikut :
Pembayaran Honor:
1. Guru honorer (hanya untuk memenuhi SPM).
2. Tenaga administrasi (tenaga yang melaksanakan administrasi sekolah termasuk melakukan tugassebagai petugas pendataan Dapodik), termasuk tenaga administrasi BOS untuk SD.
3. Pegawai perpustakaan.
4. Penjaga sekolah.
5. Petugas satpam.
6. Petugas kebersih…

Siap-siap, Guru Pembelajar akan dimulai lagi di Tahun 2017

Bapak/Ibu Guru, siap-siap ya, program Guru Pembelajar akan datang lagi di tahun 2017 ini.

Hal ini ditandai dengan terbitnya surat dari Dirjen GTK bertanggal 6 Maret 2017.

Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa program Guru Pembelajar yang pada tahun 2016 berbasis PB (Pusat Belajar), untuk tahun ini akan berbasis KKG (Kelompok Kerja Guru), MGMP, MKKS, K3S, KKPS, dan MKPS.

Dalam mempersiapkan hal tersebut maka Guru dan Tenaga Kependidikan harus mendaftarkan diri ke SIM GPO (untuk Guru) dan Pembelajar Tendik (untuk Tenaga Kependidikan).

Bagi Guru yang sudah pernah daftar namun lupa password, silakan hubungi Mentor di kecamatnnya masing-masing.

Untuk keterangan lebih lengkap silakan dibaca surat dari Dirjen GTK tersebut.



Tanggal 15 Februari 2017 ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional (berdasarkan Keppres Nomor 3 Tahun 2017)

Image
Sebagai konsekeuensi dari pelaksanaan Pilkada serentak di berbagai daerah di Indonesia, maka Presiden Joko Widodo menetapkan bahwa hari Rabu, tanggal 15 Februari 2017 sebagai Hari Libur Nasional.

Keputusan ini dituangkan dalam Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 3 Tahun 2017.

Untuk download Keppres Nomor 3 Tahun 2017 silakan klik DISINI

Pengertian Media Pengajaran

Image
Kata “media” secara harfiah menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Santoso dan Hanif, 2001 : 249) mempunyai pengertian ”Sarana Komunikasi (seperti koran, majalah, televisi, radio, film, poster, dan sebagainya)”. Sementara itu, kata ”pengajaran” menurut Kamus Bahasa Indonesia Millenium (Martin dan Bhaskara, 2002 : 22) mempunyai pengertian ”Proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajar atau mengajarkan; perihal mengajar; segala sesuatu mengenai mengajar; peringatan (tentang pengalaman, peristiwa yang dialami atau dilihatnya)”.               Adapun mengenai asal usul kata ”media” dan pengertiannya yang lebih luas lagi, penulis mengutip pendapat Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A. dalam bukunya yang berjudul Media Pembelajaran (2004 : 3), yang menyatakan :               Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ’tengah’, ’perantara’ atau ’pengantar’. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara (wasail) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach …