Menolong, maka Ditolong (Bagian 2)

Mendapat pertanyaan seperti itu dari ibunya, Budi merasa bingung. Ia berkata dalam hati, "Iya juga ya. Kemana aku harus mencari modal yang tanpa riba?" Akhirnya, ia pun memutuskan untuk berbicara pada saya dan menceritakan masalahnya.



Budi datang ke rumah saya (maksudnya: rumah kontrakan saya hehehe) dan menceritakan permasalahannya. Setelah mendengarkan dengan seksama, akhirnya tibalah giliran saya bicara."Kalau bantuan dalam bentuk uang memang saat ini Bapa belum bisa memenuhi. Tapi Bapak akan coba membantu mencarikan pemodal".

Kemudian saya jelaskan bahwa sistem yang sebaiknya dipakai adalah Syirkah Mudharabah. Sistem ini adalah kerjasama antara shahibul mal (pemodal) dengan mudharib (pengelola). Keuntungan yang dibagikan adalah dari keuntungan bersih, bukan dari besarnya modal. Prosentase bagi hasil kedua pihak sesuai kesepakatan.

Singkat cerita, saya mulai mencari calon pemodal. Dan sekarang masih dalam proses negosiasi dengan salah satu calon pemodal. Mohon do'anya dari seluruh pembaca agar prosesnya lancar dan Allah menganugerahkan yang terbaik. Aamiin yaa Robbal 'aalamiin.

Saya melakukan semua ini lillaahi ta'ala. Tidak ada niat sedikit pun untuk meminta imbalan. Biarlah Allah saja yang membalas. Saya yakin, siapa yang menolong orang lain, maka ia akan ditolong oleh Allah.

Popular posts from this blog

PENERAPAN METODE MENGAJAR INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAR (Bagian 2)

Tanya Jawab seputar SOSIOLINGUISTIK

PSYCHOLINGUISTICS: LANGUAGE AND THE BRAIN