Kota CIREBON Siap Menggelar Tes CPNS

Karena kekurangan banyak PNS, Kota Cirebon siap jika tahun ini diberi kuota untuk menggelar tes CPNS. Kementerian PAN dan RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) sudah membuka sinyal bahwa tahun ini akan dibuka lagi rekrutmen CPNS. Bahkan, Kementerian PAN dan RB sudah menandatangani MoU dengan 10 perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan seleksi.




Kota Cirebon sendiri saat ini kekurangan PNS. Masih membutuhkan sekitar 1242 PNS. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BK-Diklat, Drs Ferdinan Wiyato MSi melalui Kabid Pengembangan Karir, Mundirin SSos. Saat ditemui di ruang kerjanya, dia mengatakan 1242 pegawai yang dibutuhkan itu dibagi menjadi tiga yaitu, 208 untuk tenaga teknis pelayanan, 441 untuk tenaga kesehatan, dan 593 untuk tenaga fungsional (termasuk guru). “Sebenarnya di semua daerah itu ada yang kurang dan ada yang kelebihan pegawai. Saat ini yang kurang, bukan hanya di tenaga medis dan guru saja,” tuturnya.
Untuk guru, kata dia, biasanya yang mengalami kekurangan adalah guru BK. Apalagi, saat ini sudah ada aturan di mana 150 siswa harus menggunakan 1 guru BK. Kekurangan pegawai tersebut, sudah dilaporkan ke pusat dan provinsi satu bulan yang lalu. Saat ini pihaknya tinggal menunggu petunjuk selanjutnya. “Per 24 Desember hasil itu sudah kami sampaikan ke pusat dan provinsi,” tuturnya.
Mundirin mengatakan, proses untuk penerimaan CPNS baru masih sangat panjang karena hingga saat ini, PP yang mengatur pun belum keluar. Dengan dibukanya seleksi CPNS ini, kata dia, tentu sangat membantu daerah-daerah yang membutuhkan pegawai seperti kota Cirebon. Dia mengatakan, karena saat ini kekurangan pegawai, maka untuk pembagian staf sangatlah sulit. “Karena di sana-sini ada kekurangan pegawai. Tapi dengan adanya seleksi CPNS ini kan bisa menambah pegawai,” tukasnya mengakhiri perbincangan.



Popular posts from this blog

PENERAPAN METODE MENGAJAR INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAR (Bagian 2)

Tanya Jawab seputar SOSIOLINGUISTIK

PSYCHOLINGUISTICS: LANGUAGE AND THE BRAIN