Kegiatan Hari Ini (28-10-2011), jadi Pemimpin Upacara Peringatan Sumpah Pemuda

Seperti biasa hari dimulai dengan Sholat shubuh dan persiapan-persiapan. Sekitar jam 05.30 saya pun mulai perjalanan Jatiwangi-Sukaslamet selama kurang lebih 2 jam. Sudah 2 tahun saya menjalani ini. Awalnya sangat lelah, tapi lama kelamaan ya tetap lelah sih he..he.. Tapi enzoy aza…

Jalanan becek setelah 2 malam berturut-turut hujan. Hal ini memaksa saya untuk memutar lewat jalur Bantarhuni,karena kalau melewati jalan hutan Lajem pasti saya akan sangat kesulitan karena jalannya masih berupa tanah sehingga bisa-bisa saya terpeleset seperti pernah terjadi sekitar 1 tahun yang lalu. Oh ya sedikit flashback, waktu terpeleset itu bisa terjadi karena begitu licinnya jalan hutan Lajem sehingga saya tidak bisa mengendalikan laju motor (padahal sudah pelan) dan terjerembablah saya ke dalam kubangan. Baju dinas saya semuanya berubah menjadi warna coklat (warna lumpur) padahal waktu itu seragam saya hijau LINMAS. Sesampainya di sekolah, anak-anak menertawai saya plus para guru. Tapi saya cuek saja dan langsung masuk ke kamar mandi guru untuk mencuci baju saya itu dan lalu saya kenakan lagi walau masih basah. Yah itulah sekelumit pengalaman “pahit” saya dalam menunaikan tugas suci ini (ceilehhh suci).

Kembali ke laptop, eh maksudnya ke kegiatan hari ini. Sesampainya di SDN Sukaslamet III tercinta, saya mendapat kabar dari Bu Kartini (Guru Kelas 1) bahwa hari ini sekolah akan mengadakan upacara peringatan Sumpah Pemuda. Dan yang UNIK adalah petugas upacaranya para guru, sedangkan siswa hanya menjadi peserta.Ini adalah ide mendadak dari Bu Kartini.Dan yang LEBIH UNIK lagi adalah saya ditunjuk menjadi PEMIMPIN UPACARA. Waduh, priwen iki (kata saya sambil menepuk jidat),kita kan belum ada persiapan aplagi latihan. Tapi Bu Kartini berkeras,beliau berkata bahwa ini untuk memberi keteladanan kepada siswa. Ya okelah kalo begitcu…..

Akhirnya upacara pun dimulai. Para petugasnya adalah saya sebagai pemimpin upacara, bertindak selaku pembina upacara Pa Akhmad Yani, Bu Achi selaku pembaca susunan upacara, Pa Cahyono pembaca Pembukaan UUD 1945, Bu Kartini pembaca Sumpah Pemuda, Pa Kamin pembaca doa, sedangkan untuk pembawa naskah Pancasila dan dirigen dari siswa karena kekurangan personil, berhubung Ibu Kepala Sekolah, Ibu Cicih dan Pa Darsoto menjadi delegasi peserta upacara Sumpah Pemuda di Kecamatan.

Alhamdulillah upcara berjalan dengan lancar. Apresiasi positif datang dari para orangtua yang menunggui anak-anaknya yang duduk di kelas 1. Salah satunya mengatakan bahwa ini ide yang bagus dan sangat mendidik. Kami bersyukur mendapat sambutan baik seperti itu. Kemudian setelah upaca selesai, kegiatan pembelajaran berlangsung seperti biasa.

Popular posts from this blog

PENERAPAN METODE MENGAJAR INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAR (Bagian 2)

Tanya Jawab seputar SOSIOLINGUISTIK

PSYCHOLINGUISTICS: LANGUAGE AND THE BRAIN