WikiLeaks Siap Rilis Lagi 15 Ribu Dokumen Kebohongan Perang Afghanistan

image

Pendiri WikiLeaks, Julian Assange,  Kamis menyatakan situsnya sedang mempersiapkan untuk melepaskan lagi sekitar 15 ribu dokumen mengenai perang di Afghanistan. “Kami sudah melewati setengah jalan lebih,” katanya pada wartawan di London, Inggris. “Ini adalah proses yang sangat mahal.”

Pentagon pada Kamis memperingatkan WikiLeaks soal dokumen-dokumen rahasia mereka yang telah diterbitkan sebelumnya. “Ini merupakan kumpulan kesalahan yang telah menempatkan kehidupan terlalu banyak dalam risiko,” kata Geoff Morrell, sekretaris asisten deputi pertahanan untuk urusan publik.



“Hanya satu cara bertanggung jawab atas tindakan bagi mereka, yaitu segera menghapus semua dokumen yang dicuri dari situs web mereka dan menghilangkan semua bahan diklasifikasikan dari komputer mereka,” katanya. “Jika mereka mempublikasikan dokumen tambahan setelah mendengar keprihatinan kita tentang bahaya yang akan mencelakakan pasukan, sekutu, dan warga sipil Afghanistan yang tidak bersalah, maka sungguh itu sebuah langkah yang sangat tidak bertanggung jawab.”

Tapi Assange mengatakan dia “benar-benar” berkomitmen untuk terus membuka kebohongan perang Afghanistan dengan merilis dokumen-dokumen yang berkaitan dengan hal itu.  “Setiap kali kita mengambil salah satu organisasi besar, mereka mencoba dan mencoba untuk menemukan berbagai cara untuk mengkritik kami, dan mungkin ada beberapa kritik yang sah dalam hal ini,” katanya. “Tapi kami berusaha keras untuk tetap kembali dengan menerbitkan beberapa materi.”

Assange sebelumnya mengatakan situs webnya memiliki 15 ribu dokumen tambahan yang ingin segera diterbitkan. Namun, ada sejumlah pertimbangan karena dapat membahayakan orang-orang yang disebutkan namanya.

WikiLeaks atau Wikileaks adalah organisasi internasional yang bermarkas di Swedia. Situs Wikileaks menerbitkan dokumen-dokumen rahasia sambil menjaga kerahasiaan sumber-sumbernya. Situs tersebut diluncurkan pada tahun 2006.

Organisasi ini didirikan oleh disiden politik Cina, dan juga jurnalis, matematikawan, dan teknolog dari Amerika Serikat, Taiwan, Eropa, Australia, dan Afrika Selatan. Artikel koran dan majalah The New Yorker mendeskripsikan Julian Assange, seorang jurnalis dan aktivis internet Australia, sebagai direktur Wikileaks. Situs Wikileaks menggunakan mesin MediaWiki.

Pada Juli 2010, situs ini mengundang kontroversi karena pembocoran dokumen Perang Afganistan.

Alamat situs wikileaks yaitu: http://wikileaks.org/



Popular posts from this blog

PENERAPAN METODE MENGAJAR INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAR (Bagian 2)

Tanya Jawab seputar SOSIOLINGUISTIK

PSYCHOLINGUISTICS: LANGUAGE AND THE BRAIN