Konferensi Anak Muda Muslimah di London Pertegas Identitas Muslimah Abad 21

image

Subhanallah, luar biasa, Islam benar-benar akan meliputi dunia. Kemuliaannya akan terpancar dari Barat hingga Timur. Islam akan memuliakan umat manusia, termasuk memuliakan perempuan masa depan. Baru-baru ini, sekitar 700 kaum Muslimah dari seluruh Inggris berkumpul dalam sebuah konferensi anak muda di London, Ahad (04/07/10).



Konferensi yang diselenggarakan oleh Muslimah dari Hizbut Tahrir Inggris (HTB) ini mengangkat tema “Muslimah Abad ke-21″ membahas dilema modern dan masalah yang dihadapi kaum perempuan muda Muslim di Barat. Di tengah-tengah serangan Barat bertubi-tubi terhadap Islam, para pemuda Muslim di Barat tidak diam. Mereka bangkit untuk berbicara tentang kebenaran dan kemuliaan Islam serta menyerang balik kerusakan budaya akibat sistem liberalisme yang rusak. Termasuk apa yang dilakukan oleh kaum Muslimah Hizbut Tahrir Inggris yang terus gencar menyampaikan dakwah Islam kepada masyarakat Barat.

Dalam Konferensi itu, para pembicara berulangkali menentang tuduhan buruk terhadap perempuan Muslim, tuduhan ekstrimisme terkait seruan penegakkan Khilafah dan klaim bahwa Islam terbelakang dan tidak relevan dengan kehidupan abad 21.

Mereka juga membahas berbagai persoalan akibat sistem rusak di Barat, seperti kecanduan narkoba, pesta minuman keras, pergaulan remaja, perilaku anti-sosial, dan budaya tak hormat yang meningkat di antara pemuda di Barat. Semua kerusakan itu dihasilkan akibat lingkungan pemuasan diri sendiri, individualistis dan materialistis yang bersumber dari nilai-nilai Barat.

Kegiatan ini diakhiri dengan ekspresi yang menggema oleh para peserta bahwa hal itu mempertegas ketaatan mereka terhadap Islam yang memungkinkan pemuda Muslim di Inggris mengatasi masalah tersebut. Mereka juga siap membekali diri mereka untuk menjadi contoh anggota masyarakat, memberikan kontribusi sepenuhnya kepada masyarakat sekaligus memenuhi tanggung jawab mereka terhadap umat Islam secara global.

Dakwah Muslimah Hizbut Tahrir: Gencar!

Tak Harus Malu dengan Islam

Dr. Nazreen Nawaz, Perwakilan Media Muslimah Hizbut Tahrir Inggris berkata, “Pada saat bermunculan tren yang sedang berkembang untuk menuduh keyakinan Islam itu biadab, menindas, mundur, dan tidak toleran, remaja muslimah tak memiliki apa-apa untuk menyesali. Mengapa mereka harus malu untuk berpakaian yang mempromosikan budaya kesederhanaan dan penghormatan terhadap perempuan, membebaskan dirinya dari harapan dangkal dan penindasan mitos kecantikan Barat?”

“Mengapa ia harus malu memposisikan sebagai perempuan Islam yang memelihara diri dari objek dan dehumanisasi seksualisasi dalam masyarakat kapitalis yang eksploitatif untuk status di mana harga dirinya dianggap tak bernilai harganya di mana ia dinilai untuk berfikir dan kontribusi kepada masyarakat daripada ukuran pinggangnya?”, lanjutnya lagi.

“Mengapa ia haru malu dengan aturan pergaulan Islam yang ketat yang mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan dan melindungi masyarakat dari epidemi kesengsaraan manusia dan hubungan yang rusak, keluarga yang rusak, dan ibu muda sendirian melanda masyarakat liberal sekuler?”

“Mengapa dia harus malu tentang agama yang mengarahkan manusia jauh dari budaya individualistik merusak, memuaskan diri dari narkoba, pesta minuman keras, dan promiskuitas akibat nilai-nilai liberal kepada rasa tanggung jawab atas tindakan seseorang, kepedulian dan tanggung jawab masyarakat yang satu, dan penghormatan terhadap ayah ibu dan orang tua?”

Islam Identitas Muslimah Abad 21

Menurut Nazreen, identitas Muslimah Abad 21 adalah yang wanita yang diberdayakan oleh Islam, percaya diri dalam keyakinannya, seorang wanita yang menolak digambarkan sebagai korban agamanya atau yang lainnya untuk berbicara atas nama dirinya.

“Dia adalah seorang perempuan yang siap bangkit melawan serangan kepalsuan dan propaganda terhadap pakaiannya, nilai-nilai dan keyakinan Islamnya.”

Nazreen Nawaz juga menegaskan bahwa Muslimah Abad 21 adalah seorang wanita yang tidak akan menyerah pada taktik rasa takut hingga memkompromikan keyakinannya, serta membungkam suaranya menentang penindasan kebijakan luar negeri Barat serta untuk mengaktifkan kembali pada nasib umat Islam secara global.

“Dia adalah seorang wanita yang tidak toleran terhadap ketidakadilan serta terang-terangan tanpa penyesalan tentang keinginannya yang kuat untuk menegakkan negara Khilafah, sebuah kepemimpinan yang akan menghapus rezim otokratis tak kompeten, mengembalikan wewenang kepada rakyat, menjamin hak-hak mereka, memerangi kemiskinan, dan membebaskan negeri Muslim yang dijajah. Sebuah negara yang akan menjadi pertanda masa depan positif dan progresif untuk dunia Muslim, yang dia bisa dibanggakan.”

Demikianlah, kaum Muslimah di Barat dengan tegas menunjukkan identitasnya sebagai seorang Muslimah yang bangga dengan Islam dan berjuang sepenuhnya untuk kemuliaan Islam. Bila di Barat saja kaum perempuan Muslim tetap berpegang teguh dengan Islam lalu atas alasan apa kaum perempuan Muslim di negeri ini malah berbangga dengan budaya Barat yang telah rusak itu? Sudah saatnya, generasi muda Muslimah masa depan memegang teguh Islam dan berjuang untuknya seperti para Muslimah di Barat, bahkan lebih dari itu. Insya Allah, hingga suatu saat Khilafah Rasyidah kembali tegak dan secara nyata mewujudkan kemuliaan Islam.(syabab.com, 10/7/2010).



Popular posts from this blog

PENERAPAN METODE MENGAJAR INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAR (Bagian 2)

Tanya Jawab seputar SOSIOLINGUISTIK

PSYCHOLINGUISTICS: LANGUAGE AND THE BRAIN